Teknologi AI Google kini semakin banyak digunakan untuk membantu pelajar memahami materi sekolah, mencari penjelasan, dan mempersiapkan ujian. Namun pada 2026, alat yang tersedia tidak lagi hanya bergantung pada satu aplikasi khusus seperti Socratic. Google telah mengembangkan kemampuan belajar melalui Gemini, Google Search, dan Google Lens.
Bagi pelajar, perubahan ini cukup penting. Kamera ponsel sekarang dapat digunakan untuk membantu memahami soal, sementara Gemini dapat digunakan untuk membuat latihan, menjelaskan konsep yang sulit, menyusun materi belajar, hingga membantu mengevaluasi pemahaman.
Meski begitu, ada perbedaan antara menggunakan AI untuk memahami pelajaran dan menggunakan AI hanya untuk mendapatkan jawaban. Jika tujuan akhirnya hanya menyalin jawaban, teknologi tersebut justru dapat membuat proses belajar menjadi lebih lemah.
Saat ini ada beberapa alat Google yang dapat digunakan untuk kebutuhan belajar dengan fungsi yang berbeda.
| Alat | Kegunaan utama |
|---|---|
| Gemini | Menjelaskan materi, membuat latihan, merangkum bahan belajar, dan membantu memahami konsep |
| Google Lens | Menganalisis soal atau informasi yang difoto dan membantu menemukan penjelasan |
| Google Search | Mencari informasi, penjelasan, sumber, dan fitur pembelajaran berbasis AI |
| Study notebooks di Gemini | Membantu membuat pengalaman belajar yang lebih terstruktur dan personal |
Google pada 2026 juga memperkenalkan berbagai fitur pembelajaran baru yang terhubung dengan Search, Gemini, dan produk pendidikan lainnya. Google menyebut fitur-fitur tersebut dirancang untuk membantu siswa memahami konsep, mengatur proses belajar, dan berlatih secara lebih personal.
Google Lens menjadi salah satu pilihan paling praktis ketika pelajar menemukan soal yang tidak dipahami.
Caranya sederhana: arahkan kamera ke soal atau gunakan gambar yang sudah tersimpan di ponsel. Lens kemudian dapat membantu menemukan informasi yang berhubungan dengan soal tersebut.
Google telah lama menyediakan kemampuan Lens untuk membantu pelajar memahami soal matematika, kimia, biologi, dan fisika. Pada 2026, Google kembali memperluas pengalaman belajar di Search dan Lens dengan kemampuan pembelajaran langkah demi langkah.
Namun fungsi terbaik Lens bukan sekadar mencari hasil akhir. Pelajar sebaiknya menggunakan informasi yang muncul untuk mengetahui konsep apa yang digunakan dalam soal dan bagaimana proses penyelesaiannya.
Gemini dapat digunakan dengan pendekatan yang lebih interaktif.
Daripada memberikan perintah:
“Jawab soal ini.”
pelajar dapat mencoba:
“Jelaskan konsep yang dibutuhkan untuk mengerjakan soal ini. Jangan langsung memberikan jawaban akhir. Berikan petunjuk langkah demi langkah dan biarkan saya mencoba.”
Pendekatan tersebut jauh lebih berguna untuk belajar karena AI diarahkan menjadi tutor virtual.
Google juga mengembangkan fitur pembelajaran di Gemini yang disebut study notebooks. Fitur tersebut dirancang untuk membuat pembelajaran yang lebih personal berdasarkan tujuan belajar dan membantu mengidentifikasi bagian materi yang masih perlu dipahami.
Salah satu penggunaan AI yang sering lebih bermanfaat daripada meminta jawaban PR adalah membuat soal latihan.
Misalnya seorang siswa sedang mempelajari persamaan kuadrat. Gemini dapat diminta membuat beberapa soal dengan tingkat kesulitan bertahap.
Contoh instruksi:
“Buat 10 soal persamaan kuadrat untuk tingkat SMA. Mulai dari mudah hingga sulit. Jangan tampilkan jawabannya terlebih dahulu. Setelah saya menjawab, periksa jawaban saya dan jelaskan kesalahannya.”
Dengan cara tersebut, AI tidak hanya menjadi tempat mencari jawaban, tetapi menjadi alat untuk melakukan latihan.
Google juga telah memperkenalkan kemampuan membuat kuis latihan melalui Gemini untuk membantu persiapan ujian.
Pelajar juga dapat menggunakan AI untuk mengubah catatan menjadi bahan belajar yang lebih terstruktur.
Misalnya catatan sekolah masih berupa tulisan tangan atau foto halaman buku. Google menjelaskan bahwa pengguna dapat mengunggah foto catatan ke Gemini dan meminta AI membuat panduan belajar, flashcard, atau materi yang lebih terstruktur.
Contoh perintah:
“Gunakan catatan ini untuk membuat rangkuman materi. Pisahkan definisi, rumus, konsep penting, contoh, dan bagian yang kemungkinan keluar dalam ujian.”
Setelah itu, pelajar tetap perlu membandingkan hasil AI dengan buku atau materi guru karena AI dapat melakukan kesalahan ketika membaca tulisan, memahami konteks, atau merangkum informasi.
AI sangat berguna ketika pelajar sudah mencoba membaca materi tetapi masih belum memahami konsepnya.
Contohnya, daripada meminta:
“Apa itu fotosintesis?”
pelajar dapat meminta penjelasan yang disesuaikan dengan tingkat pemahamannya:
“Jelaskan fotosintesis seperti saya siswa SMP. Gunakan analogi sederhana, lalu jelaskan prosesnya secara ilmiah.”
Setelah memahami penjelasan dasar, pertanyaan dapat dinaikkan tingkat kesulitannya.
Pola seperti ini lebih dekat dengan penggunaan AI sebagai tutor karena pengguna melakukan percakapan bertahap untuk membangun pemahaman.
Jangan menjadikan AI sebagai satu-satunya sumber informasi.
Google Search tetap penting untuk memeriksa sumber asli, terutama jika materi berkaitan dengan sejarah, sains, hukum, kesehatan, atau informasi yang membutuhkan ketepatan tinggi.
Google juga terus menambahkan kemampuan AI ke Search. Pada 2026, Google memperkenalkan berbagai pengalaman baru untuk membantu siswa mempelajari konsep, membuat latihan, dan memahami materi secara lebih interaktif.
Artinya, pelajar sebaiknya menggunakan AI dan pencarian web secara bersama-sama:
Inilah bagian yang perlu diluruskan dari artikel lama IndoTrik.
Socratic memang merupakan produk Google yang dirancang untuk membantu siswa memahami soal. Dokumentasi resmi Google menjelaskan bahwa Socratic dapat menerima pertanyaan melalui foto, teks, maupun suara dan kemudian menampilkan sumber belajar, penjelasan konsep, serta langkah-langkah yang relevan.
Namun perkembangan terbaru ekosistem Google menunjukkan bahwa pengalaman belajar AI sekarang jauh lebih luas daripada sekadar Socratic. Google pada 2026 mempromosikan Gemini, Search, dan Lens sebagai bagian dari rangkaian alat pembelajaran untuk siswa.
Karena itu, artikel ini tidak lagi menempatkan Socratic sebagai satu-satunya pilihan utama.
Jika menemukan soal sulit, gunakan pola berikut:
Metode tersebut membuat AI menjadi alat bantu belajar, bukan mesin untuk menyelesaikan seluruh tugas.
AI dapat menghasilkan jawaban yang terlihat meyakinkan tetapi sebenarnya salah.
Kesalahan tersebut dapat terjadi karena AI salah memahami gambar, salah membaca angka, menggunakan informasi yang tidak sesuai konteks, atau menghasilkan penjelasan yang terdengar benar tetapi tidak memiliki dasar yang kuat.
Karena itu, semakin penting materi yang sedang dipelajari, semakin penting pula proses verifikasi.
Untuk matematika, periksa kembali perhitungannya. Untuk sains, bandingkan dengan buku atau sumber pendidikan. Untuk sejarah, gunakan sumber tepercaya. Untuk tugas yang dinilai guru, pastikan hasil akhir benar-benar mencerminkan pemahaman siswa.
Google sendiri menjelaskan bahwa tujuan berbagai alat pembelajaran AI adalah membantu siswa belajar lebih personal sambil tetap menempatkan guru sebagai pengarah utama.
Ini penting karena AI tidak mengetahui seluruh konteks pembelajaran seorang siswa. Guru memahami kurikulum, tujuan pembelajaran, perkembangan siswa, dan cara memberikan bimbingan yang sesuai.
AI lebih tepat digunakan untuk mempercepat proses mencari penjelasan, latihan, dan memahami konsep yang belum dikuasai.
(0)