Bagian ini penting agar pembaca tidak mencampurkan dua fitur keamanan WhatsApp yang berbeda.
Meta sebelumnya telah mengumumkan peringatan untuk membantu pengguna menghadapi penipuan yang mencoba mengelabui mereka agar menautkan akun WhatsApp ke perangkat milik pelaku. Dalam skenario tersebut, korban dapat diarahkan untuk memberikan kode penautan atau memindai QR code dengan alasan tertentu, padahal tindakan tersebut dapat memberikan akses kepada perangkat lain.
Scam Alert yang sedang diuji memiliki fokus berbeda. Fitur ini berfokus pada pendeteksian pesan mencurigakan dari kontak yang tidak dikenal menggunakan model machine learning pada perangkat.
Keduanya sama-sama berkaitan dengan keamanan WhatsApp, tetapi bukan fitur yang sama.
Karena Scam Alert masih dalam pengujian terbatas, langkah dan lokasi menu dapat berubah selama proses pengembangan.
Pada pengujian yang dilaporkan, fitur tersebut tersedia bagi sebagian pengguna WhatsApp Beta Android dan bersifat opsional. Pengguna yang mendapat akses dapat mengaktifkannya dari bagian pengaturan akun yang menyediakan opsi Scam Alert.
Jika opsi tersebut tersedia di akun Anda, gunakan langkah yang ditampilkan langsung oleh WhatsApp. Jangan menjadikan tutorial dari versi lama sebagai patokan mutlak karena WhatsApp dapat mengubah posisi menu selama masa pengujian.
Yang perlu diperhatikan:
Fitur tidak tersedia untuk semua akun.
Fitur yang tersedia pada beta belum tentu langsung tersedia pada versi stabil.
Menggunakan versi WhatsApp terbaru tidak menjamin Scam Alert muncul.
Jangan memasang APK modifikasi hanya untuk mendapatkan fitur tersebut.
Jangan mengubah pengaturan keamanan HP hanya karena ingin mencoba fitur beta.
Jika Anda sudah memperbarui WhatsApp tetapi tidak menemukan Scam Alert, kondisi tersebut masih normal selama fitur memang belum diberikan kepada akun Anda.
Fitur beta biasanya tidak diberikan kepada seluruh pengguna secara bersamaan. Pengembang dapat memperluas pengujian secara bertahap untuk melihat kinerja fitur sebelum menentukan apakah fitur siap diperluas.
Dalam kasus Scam Alert, laporan pengujian pada Agustus 2026 menunjukkan ketersediaannya masih terbatas pada sebagian penguji beta Android. WhatsApp belum memberikan ketersediaan yang sama kepada seluruh pengguna.
Jadi, tidak ada alasan untuk menganggap aplikasi Anda rusak hanya karena menu tersebut belum tersedia.
Jika fitur masih berada dalam pengujian beta, memang sebagian penguji dapat memperoleh akses lebih awal. Namun, bergabung dengan program beta bukan jaminan bahwa setiap akun akan langsung mendapatkan fitur tertentu.
Versi beta juga ditujukan untuk pengujian sehingga dapat memiliki perubahan, bug, atau perilaku yang belum sama dengan versi stabil.
Untuk pengguna yang mengandalkan WhatsApp sebagai alat komunikasi utama, keputusan menggunakan versi beta sebaiknya dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan. Jangan memasang aplikasi WhatsApp tidak resmi atau APK modifikasi hanya karena mengejar fitur yang belum tersedia.
Jika WhatsApp menampilkan peringatan bahwa sebuah pesan mungkin merupakan scam, jangan langsung menganggapnya sebagai gangguan yang harus dilewati.
Gunakan peringatan tersebut sebagai kesempatan untuk berhenti dan memeriksa konteks pesan.
Jangan langsung membuka tautan.
Jangan mengirim uang.
Jangan memberikan OTP, PIN, password, atau kode verifikasi.
Periksa identitas pengirim.
Jika mengaku sebagai orang yang dikenal, hubungi melalui saluran lain.
Jika jelas mencurigakan, blokir dan laporkan.
Meta sendiri menggunakan pendekatan pause, question, verify dalam panduan anti-scam WhatsApp: berhenti sejenak, pertanyakan apakah permintaan tersebut masuk akal, lalu verifikasi identitas atau informasi melalui saluran lain.
Bayangkan Anda menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal dengan foto profil teman:
“Ini nomor baru saya. HP lama rusak. Tolong transfer Rp2 juta sekarang, nanti saya kembalikan.”
Pesan tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa pengirim adalah penipu. Namun, kombinasi nomor baru, permintaan uang, dan tekanan untuk segera melakukan transfer merupakan alasan kuat untuk melakukan verifikasi.
Jangan melakukan transfer hanya karena nama dan foto profil terlihat benar.
Hubungi teman tersebut menggunakan nomor lama yang Anda simpan atau metode komunikasi lain. Jika ternyata benar, Anda dapat melanjutkan setelah identitasnya terverifikasi.
Inilah alasan fitur seperti Scam Alert sebaiknya dipandang sebagai rem digital, bukan pengemudi otomatis. Teknologi dapat memberi sinyal, tetapi keputusan terakhir tetap berada di tangan pengguna.
Tidak.
Penipuan merupakan masalah yang terus berubah. Pelaku dapat mengganti nomor, membuat identitas baru, mengubah bahasa, menggunakan percakapan yang lebih alami, atau memindahkan korban ke platform lain.
Meta sendiri menjelaskan bahwa pelaku scam sering menggunakan beberapa layanan dalam satu rangkaian penipuan. Sebuah pendekatan dapat dimulai melalui satu platform, kemudian korban diarahkan ke layanan pesan pribadi atau platform pembayaran lain.
Artinya, keberadaan Scam Alert tidak membuat pengguna dapat mengabaikan keamanan dasar.
Teknologi on-device machine learning menjadi bagian menarik dari Scam Alert karena memberikan mekanisme deteksi tambahan tanpa mengharuskan isi pesan dikirim ke server untuk analisis tersebut.
Namun, manfaat praktisnya tetap bergantung pada bagaimana pengguna merespons peringatan.
Jika seseorang melihat peringatan tetapi tetap mengirim OTP, mentransfer uang, atau memasukkan password ke situs yang diberikan penipu, teknologi tersebut tidak dapat menggantikan keputusan pengguna.
Sebaliknya, jika peringatan membuat pengguna berhenti selama beberapa detik untuk memeriksa identitas pengirim dan tujuan tautan, fitur tersebut sudah menjalankan fungsi pentingnya sebagai lapisan perlindungan tambahan.
Scam Alert menarik karena mencoba membawa kemampuan deteksi penipuan langsung ke perangkat. Tetapi untuk saat ini, fitur tersebut masih dalam pengujian terbatas dan tidak tersedia merata untuk semua pengguna WhatsApp Android.
Jika fitur belum muncul di HP Anda, tidak perlu mencari APK khusus atau mengubah aplikasi. Gunakan WhatsApp resmi, perbarui aplikasi melalui sumber resmi, dan tunggu jika fitur memang belum diberikan kepada akun Anda.
Yang jauh lebih penting adalah membangun kebiasaan aman: jangan memberikan kode verifikasi kepada siapa pun, jangan percaya hanya berdasarkan nama atau foto profil, jangan terburu-buru ketika diminta mengirim uang, dan selalu verifikasi permintaan yang tidak biasa melalui saluran lain.
Pada akhirnya, Scam Alert bukan pengganti kewaspadaan. Fitur ini lebih tepat dipahami sebagai lapisan tambahan yang membantu pengguna mendapatkan waktu untuk berpikir sebelum mengambil tindakan. Dan dalam banyak kasus penipuan, beberapa detik untuk berhenti, bertanya, dan memverifikasi bisa jauh lebih berharga daripada sekadar mengandalkan teknologi untuk memutuskan apakah sebuah pesan aman.
Belum. Pada tahap pengujian yang dilaporkan pada Agustus 2026, Scam Alert masih diberikan secara terbatas kepada sebagian pengguna WhatsApp Beta untuk Android. Tidak semua akun beta maupun versi stabil otomatis mendapatkan fitur tersebut.
Untuk proses deteksi Scam Alert yang sedang diuji, analisis dilakukan menggunakan model machine learning di perangkat. Laporan mengenai implementasinya menyebutkan bahwa isi pesan tidak dikirim ke WhatsApp atau Meta untuk menjalankan analisis tersebut.
Bisa. Sistem deteksi otomatis tidak dapat dianggap sebagai bukti mutlak bahwa seseorang adalah penipu. Karena itu, WhatsApp memberikan pilihan kepada pengguna untuk menentukan tindakan setelah peringatan muncul.
Fitur tersebut sedang diuji kepada sebagian pengguna beta Android, tetapi menggunakan versi beta tidak menjamin setiap akun mendapatkan akses. Ketersediaan dapat diberikan secara bertahap.
Tidak perlu melakukan bypass atau memasang APK tidak resmi. Gunakan WhatsApp resmi dan pastikan aplikasi diperbarui. Jika fitur belum tersedia untuk akun Anda, kemungkinan Anda memang belum termasuk dalam kelompok pengguna yang mendapatkan pengujian.