Pastikan disk yang ditampilkan benar.
Misalnya laptop mempunyai satu SSD:
NVMe SSD
512 GB
↓
Erase disk
↓
Linux Mint
↓
Gunakan seluruh SSDJika terdapat lebih dari satu disk, periksa kapasitasnya dengan sangat teliti.
Jangan menebak.
Jika laptop memiliki SSD 256 GB dan HDD 1 TB, jangan sampai Anda memilih HDD 1 TB hanya karena kapasitasnya lebih besar.
Jika ingin mempertahankan Windows, jangan pilih opsi yang menghapus seluruh disk.
Pastikan tersedia ruang kosong untuk Linux Mint.
Contoh:
SSD 512 GB
Windows 300 GB
Data 100 GB
Free Space 112 GB
↓
Linux MintLinux Mint dapat menggunakan ruang kosong tersebut untuk instalasi.
Untuk pengguna pemula, jika installer menyediakan opsi otomatis Install alongside Windows, pilihan tersebut biasanya lebih mudah daripada membuat partisi secara manual.
Jika menggunakan Something Else, Anda perlu memahami beberapa jenis partisi.
Partisi root digunakan untuk sistem Linux Mint.
Linux Mint menyebutkan bahwa sistem operasi dasarnya membutuhkan sekitar 15 GB dan menyarankan ruang yang lebih besar jika memungkinkan. Dokumentasi instalasi Linux Mint menyebut 100 GB atau lebih sebagai ukuran yang nyaman jika ruang disk tersedia.
Pada sistem UEFI modern biasanya sudah terdapat EFI System Partition.
Jika melakukan instalasi bersama Windows dalam mode UEFI, jangan sembarangan menghapus atau memformat EFI milik Windows.
Swap merupakan ruang yang dapat digunakan Linux ketika RAM tidak mencukupi dan berhubungan dengan beberapa skenario seperti hibernasi.
Untuk instalasi modern, pengguna pemula tidak perlu memaksakan membuat partisi swap manual jika installer sudah menangani konfigurasi swap dengan metode yang sesuai.
Partisi /home dapat digunakan untuk memisahkan data pengguna dari sistem operasi.
Namun Linux Mint sendiri memperingatkan bahwa penggunaan partisi /home terpisah tidak direkomendasikan untuk pemula karena kesalahan konfigurasi dapat menyebabkan kehilangan data.
Pilih lokasi sesuai wilayah Anda.
Untuk Indonesia, pastikan zona waktu sesuai wilayah:
Klik Continue.
Masukkan informasi pengguna.
Gunakan password yang kuat dan mudah Anda ingat tetapi sulit ditebak orang lain.
Dokumentasi Linux Mint juga menyarankan penggunaan username sederhana dengan huruf kecil dan tanpa tanda baca untuk menghindari masalah kompatibilitas tertentu.
Sebelum menekan tombol instalasi, berhenti sebentar dan periksa semuanya.
Pastikan:
Jika semuanya benar, lanjutkan instalasi.
Klik tombol Install.
Linux Mint akan mulai menyalin file ke penyimpanan internal.
Pada tahap ini jangan mematikan laptop.
Jika menggunakan laptop, pastikan charger terhubung.
Installer akan melakukan beberapa pekerjaan secara otomatis:
Waktu instalasi berbeda-beda tergantung kecepatan SSD/HDD dan hardware laptop.
Setelah instalasi selesai, installer akan meminta Anda melakukan restart.
Klik Restart Now.
Saat laptop meminta flashdisk dilepas, cabut USB installer kemudian tekan Enter jika diperlukan.
Dokumentasi resmi Linux Mint juga menjelaskan bahwa setelah proses instalasi selesai, komputer akan dimatikan dan meminta pengguna melepas media instalasi sebelum boot kembali ke sistem yang baru dipasang.
Jika instalasi berhasil, laptop akan masuk ke Linux Mint.
Jika dual boot, Anda mungkin melihat menu boot yang memberikan pilihan Windows dan Linux Mint.
Pilih:
Linux Mintuntuk masuk ke sistem Linux.
Masukkan password yang dibuat ketika proses instalasi.
Setelah login berhasil, Anda akan masuk ke desktop Cinnamon.
Klik ikon jaringan pada panel desktop.
Pilih jaringan Wi-Fi Anda, masukkan password, lalu tunggu sampai status menunjukkan bahwa laptop sudah terhubung.
Jika Wi-Fi tidak muncul, jangan langsung menganggap instalasi gagal. Periksa Driver Manager pada langkah berikutnya.
Setelah instalasi pertama, langkah penting berikutnya adalah memperbarui sistem.
Buka:
Menu → Administration → Update ManagerKlik Refresh untuk memeriksa pembaruan.
Kemudian instal pembaruan yang tersedia.
Setelah selesai, restart jika diminta.
Buka Driver Manager.
Periksa apakah terdapat driver tambahan untuk hardware laptop.
Ini sangat penting jika laptop menggunakan GPU NVIDIA atau hardware tertentu yang membutuhkan driver proprietary.
Jangan mengunduh driver Linux secara sembarangan dari situs pihak ketiga jika driver resmi atau repositori Linux Mint sudah menyediakan solusi.
Putar video atau musik untuk memastikan speaker berfungsi.
Jika tidak ada suara:
Aktifkan Bluetooth dan coba sambungkan perangkat seperti mouse, keyboard, atau headset.
Jika Bluetooth tidak tersedia, periksa apakah perangkat keras terdeteksi dan apakah driver tambahan diperlukan.
Pastikan touchpad dapat digunakan dan semua tombol keyboard bekerja dengan benar.
Jika touchpad memiliki gesture atau fungsi khusus, pengaturannya dapat disesuaikan melalui System Settings.
Buka pengaturan Display dan pastikan resolusi layar sesuai dengan panel laptop.
Coba juga tombol brightness untuk memastikan pengaturan kecerahan berfungsi.
Linux Mint sudah menyediakan banyak software bawaan.
Untuk memasang aplikasi tambahan, gunakan Software Manager.
Beberapa aplikasi yang umum digunakan:
Linux Mint menyatakan bahwa sistemnya menyediakan banyak software untuk produktivitas, multimedia, desain, dan berbagai kebutuhan desktop.
Setelah sistem stabil, buat snapshot menggunakan Timeshift.
Snapshot berguna sebagai titik pemulihan jika perubahan sistem atau update tertentu menyebabkan masalah.
Dokumentasi resmi Linux Mint memasukkan system snapshots sebagai bagian dari langkah post-installation.
Jika setelah memilih Linux Mint layar tidak menampilkan desktop, jangan langsung panik.
Linux Mint menyediakan beberapa opsi troubleshooting.
Pada menu boot Linux Mint, coba opsi Compatibility Mode.
Mode ini dapat membantu pada beberapa GPU atau motherboard yang tidak bekerja dengan baik menggunakan driver open-source bawaan.
Jika masalah berkaitan dengan graphics driver, Linux Mint mendokumentasikan penggunaan parameter nomodeset sebagai salah satu opsi troubleshooting.
Pada sistem EFI, pilih opsi boot Linux Mint lalu tekan e. Cari:
quiet splashdan ubah menjadi:
nomodesetKemudian boot menggunakan konfigurasi tersebut.
Jika Linux Mint sudah terpasang tetapi laptop selalu langsung masuk Windows, kemungkinan masalahnya berada pada urutan boot UEFI.
Linux Mint menggunakan nama EFI ubuntu untuk alasan teknis, sehingga jangan heran jika entri Linux Mint di firmware tidak selalu tertulis “Linux Mint”.
Periksa Boot Order pada UEFI dan pastikan entri Linux Mint berada pada posisi yang sesuai.
Jika muncul pesan seperti Secure Boot Violation, Linux Mint menyediakan beberapa solusi yang dapat dicoba.
Dokumentasi resmi Linux Mint menyarankan memastikan koneksi internet tersedia selama instalasi dan, pada kondisi tertentu, menonaktifkan Secure Boot dari pengaturan BIOS/UEFI.
Namun, jangan mengubah pengaturan Secure Boot secara sembarangan jika Anda masih menggunakan Windows dengan konfigurasi keamanan tertentu.
Linux Mint menyediakan HWE ISO untuk hardware yang lebih baru ketika ISO reguler mengalami masalah kompatibilitas.