Android memiliki jutaan aplikasi yang dapat membantu berbagai kebutuhan, mulai dari komunikasi, hiburan, pekerjaan, hingga mengelola keuangan. Namun, tidak semua aplikasi yang bisa dipasang di HP aman digunakan.
Aplikasi berbahaya dapat menyamar sebagai aplikasi biasa dan mencoba mendapatkan akses ke data, akun, file, kamera, mikrofon, SMS, lokasi, atau fitur lain pada perangkat.
Karena itu, kemampuan mengenali aplikasi mencurigakan sebelum memberikan izin atau memasangnya menjadi bagian penting dari keamanan digital.
Aplikasi Android berbahaya adalah aplikasi yang dapat menimbulkan risiko terhadap perangkat, data, privasi, atau akun pengguna. Risikonya dapat muncul karena aplikasi tersebut memang dibuat untuk tujuan jahat, disusupi kode berbahaya, atau didistribusikan melalui sumber yang tidak terpercaya.
Bentuk ancamannya juga beragam. Ada aplikasi yang mencoba mencuri informasi login, menampilkan iklan secara agresif, mengambil data pribadi, melakukan aktivitas di latar belakang, hingga memasang komponen berbahaya lainnya.
Yang perlu diingat, aplikasi dengan banyak izin tidak otomatis merupakan malware. Aplikasi kamera, navigasi, video call, dan perbankan memang membutuhkan izin tertentu agar fungsi utamanya dapat berjalan.
Salah satu tanda yang patut diperhatikan adalah permintaan izin yang tidak sesuai dengan fungsi aplikasi.
Misalnya, aplikasi yang hanya berfungsi sebagai kalkulator tetapi meminta akses ke:
Permintaan seperti ini tidak otomatis membuktikan aplikasi tersebut berbahaya, tetapi merupakan alasan untuk memeriksa aplikasi lebih lanjut.
Selalu tanyakan apakah izin tersebut memang diperlukan untuk menjalankan fungsi utama aplikasi.
Sumber tempat aplikasi diperoleh juga penting. Mengunduh aplikasi dari situs, forum, atau tautan yang tidak dikenal memiliki risiko lebih besar dibandingkan menggunakan toko aplikasi resmi.
Risiko semakin tinggi jika aplikasi tersebut merupakan APK yang telah dimodifikasi atau diklaim sebagai versi premium gratis.
APK dari luar toko aplikasi resmi tidak selalu berbahaya. Namun, pengguna kehilangan sebagian lapisan pemeriksaan dan distribusi yang tersedia pada ekosistem resmi.
Karena itu, jangan memasang APK hanya karena seseorang membagikan tautannya melalui pesan atau media sosial.
Pelaku dapat menggunakan nama, ikon, atau tampilan yang dibuat menyerupai aplikasi populer untuk membuat pengguna percaya bahwa aplikasi tersebut asli.
Sebelum memasang aplikasi, periksa:
Jangan hanya melihat ikon aplikasi. Ikon dapat ditiru dengan mudah.
Aplikasi yang terus meminta izin tambahan tanpa alasan yang jelas patut diperiksa.
Misalnya, setelah aplikasi dipasang, tiba-tiba muncul permintaan akses ke kontak, SMS, lokasi, kamera, dan mikrofon padahal fitur aplikasi tidak membutuhkan semuanya.
Dalam situasi seperti ini, jangan merasa harus memberikan semua izin agar aplikasi dapat digunakan.
Cabut izin yang tidak diperlukan atau hapus aplikasi jika fungsi dan sumbernya tidak dapat dipercaya.
Iklan merupakan bagian dari banyak aplikasi gratis dan tidak otomatis berarti aplikasi tersebut berbahaya.
Namun, jika setelah memasang sebuah aplikasi tiba-tiba muncul pop-up iklan di layar utama, lock screen, browser, atau di tempat yang sebelumnya tidak pernah menampilkan iklan, lakukan pemeriksaan.
Perhatikan aplikasi yang baru saja dipasang. Adware dapat mengganggu penggunaan perangkat dengan menampilkan iklan secara berlebihan.
Performa HP yang tiba-tiba menurun setelah memasang aplikasi baru dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan.
Namun, jangan langsung menyimpulkan bahwa aplikasi tersebut berbahaya. Aplikasi berat, proses sinkronisasi, pembaruan, penyimpanan yang hampir penuh, atau masalah sistem juga dapat menyebabkan HP menjadi lambat.
Periksa penggunaan baterai, data, dan aktivitas aplikasi untuk mengetahui apakah ada sesuatu yang tidak normal.
Aplikasi yang terus berjalan di latar belakang dapat meningkatkan penggunaan baterai dan data internet.
Jika penggunaan tersebut terjadi setelah memasang aplikasi tertentu, buka pengaturan baterai dan jaringan untuk melihat aplikasi mana yang paling banyak menggunakan sumber daya.
Penggunaan tinggi bukan bukti pasti adanya malware. Aplikasi streaming, game, navigasi, sinkronisasi cloud, dan media sosial juga dapat menggunakan baterai serta data dalam jumlah besar.
Beberapa aplikasi memang perlu berjalan di latar belakang untuk memberikan notifikasi atau menjalankan sinkronisasi.
Yang perlu diperhatikan adalah aplikasi yang tidak memiliki alasan jelas untuk terus aktif tetapi menggunakan banyak sumber daya atau meminta akses yang sensitif.
Jika menemukan aplikasi seperti ini, periksa izin dan penggunaan baterainya.
Notifikasi seperti “HP kamu terkena virus”, “segera instal aplikasi ini”, atau peringatan keamanan yang muncul dari sumber tidak jelas perlu dicurigai.
Jangan langsung mengikuti instruksi tersebut.
Notifikasi palsu sering digunakan untuk membuat pengguna panik dan mengarahkan mereka ke aplikasi atau situs lain.
Gunakan fitur keamanan bawaan Android dan sumber resmi untuk memeriksa kondisi perangkat.
Android memiliki beberapa akses khusus yang lebih sensitif daripada izin aplikasi biasa.
Contohnya:
Akses tersebut dapat digunakan secara sah oleh aplikasi tertentu. Misalnya, aplikasi password manager atau fitur aksesibilitas memiliki kebutuhan khusus.
Namun, jika aplikasi sederhana meminta akses khusus yang tidak berhubungan dengan fungsinya, periksa dengan lebih teliti sebelum memberikan persetujuan.
Jika kamu curiga terhadap sebuah aplikasi, jangan langsung menghapusnya tanpa melakukan pemeriksaan dasar. Berikut beberapa hal yang dapat diperiksa:
Perhatikan apakah izin dan aktivitas aplikasi sesuai dengan fungsi yang ditawarkan.
Jika aplikasi berasal dari Google Play, kamu dapat menggunakan Google Play Protect untuk membantu memeriksa aplikasi.
Secara umum, Play Protect dirancang untuk membantu mendeteksi aplikasi yang berpotensi berbahaya dan memberikan peringatan jika ditemukan masalah keamanan.
Untuk melakukan pemeriksaan, buka aplikasi Google Play Store, masuk ke menu profil, kemudian cari bagian Play Protect. Dari sana, kamu dapat menjalankan pemeriksaan jika opsi tersebut tersedia pada perangkat.
Fitur dan tampilan dapat berubah mengikuti versi Google Play Store dan Android.
Salah satu trik yang perlu diwaspadai adalah aplikasi yang menakut-nakuti pengguna dengan klaim bahwa HP memiliki puluhan atau ratusan virus hanya setelah membuka sebuah halaman.
Jika peringatan tersebut muncul sebagai iklan atau halaman web, jangan langsung memasang aplikasi yang ditawarkan.
Gunakan fitur keamanan bawaan perangkat atau aplikasi keamanan dari pengembang yang terpercaya untuk melakukan pemeriksaan.
Jika kamu yakin sebuah aplikasi mencurigakan dan tidak diperlukan, lakukan langkah berikut:
Jika aplikasi tidak dapat dihapus dengan cara normal, periksa apakah aplikasi tersebut memiliki akses administrator perangkat atau akses khusus lainnya. Cabut akses tersebut terlebih dahulu jika memang tidak diperlukan, kemudian coba hapus kembali.
Jangan langsung panik. Tidak semua aplikasi yang mencurigakan berarti seluruh data di HP sudah dicuri.
Mulailah dengan mencabut izin sensitif, menghapus aplikasi yang tidak diperlukan, dan menjalankan pemeriksaan keamanan.
(0)