Batasannya: AI tidak menghilangkan kebutuhan terhadap art director, desainer, editor, atau orang yang memahami identitas merek. Untuk penggunaan komersial, bisnis juga perlu memahami ketentuan lisensi, hak penggunaan, dan kebijakan layanan yang digunakan.
Paling cocok untuk: tim pemasaran, desainer, agensi, kreator, dan perusahaan yang memproduksi banyak materi visual.
| AI | Pekerjaan yang dapat dibantu | Peran manusia | Paling cocok untuk |
|---|---|---|---|
| ChatGPT | Penulisan, analisis data, riset, ringkasan | Memeriksa fakta dan mengambil keputusan | UMKM, admin, analis, penulis |
| Microsoft 365 Copilot | Email, dokumen, rapat, informasi kerja, alur kerja | Menentukan prioritas dan menyetujui tindakan | Pengguna Microsoft 365 |
| Google Gemini | Dokumen, komunikasi, informasi dan produktivitas Workspace | Memeriksa konteks dan hasil | Pengguna Google Workspace |
| Canva AI | Desain, presentasi, gambar, video, teks pemasaran | Menentukan identitas visual dan menyunting hasil | UMKM, kreator, pemasaran |
| Adobe Firefly | Produksi dan pengembangan konten visual | Art direction, penyuntingan dan pemeriksaan hak penggunaan | Desainer dan tim kreatif |
Tidak semua pekerjaan memiliki tingkat otomatisasi yang sama. Semakin rutin, berulang, terstruktur, dan mudah diperiksa sebuah tugas, biasanya semakin mudah pula AI membantu mengerjakannya.
Beberapa contoh yang relatif cocok untuk tahap awal adalah:
Sebaliknya, pekerjaan yang membutuhkan empati, negosiasi, tanggung jawab hukum, keputusan strategis, hubungan pelanggan, atau penilaian berdasarkan situasi yang sangat spesifik tidak seharusnya diserahkan sepenuhnya kepada AI.
Penghematan waktu tidak bisa disamaratakan untuk semua perusahaan karena bergantung pada jenis pekerjaan, kualitas data, perangkat yang digunakan, serta kemampuan karyawan dalam menggunakan AI.
Sebagai ilustrasi sederhana, misalnya seorang staf menghabiskan dua jam setiap hari untuk pekerjaan administratif yang berulang. Jika penggunaan AI berhasil mengurangi 30 persen waktu pada tugas tersebut, waktu yang dihemat sekitar 36 menit per hari.
Dalam 20 hari kerja, angka tersebut menjadi sekitar 12 jam per bulan.
Angka itu bukan jaminan bahwa setiap bisnis akan mendapatkan penghematan yang sama. Justru contoh tersebut menunjukkan cara yang lebih masuk akal untuk menilai AI: ukur waktu sebelum dan sesudah otomatisasi, bukan langsung menganggap AI dapat menggantikan satu posisi pekerjaan.
Menggunakan AI memang dapat mengurangi pekerjaan manual, tetapi bukan berarti biaya bisnis otomatis turun.
Perusahaan tetap harus memperhitungkan biaya langganan, integrasi, pelatihan, pengawasan, keamanan, penyimpanan data, serta waktu karyawan untuk memeriksa hasil AI.
Dalam beberapa kasus, penggunaan AI justru menciptakan pekerjaan baru. Misalnya, konten dapat dibuat lebih cepat, tetapi perusahaan kemudian membutuhkan orang untuk melakukan pengecekan fakta, penyuntingan, pengawasan merek, dan pemeriksaan keamanan.
Karena itu, ukuran keberhasilan AI sebaiknya bukan jumlah pekerjaan manusia yang dihapus, tetapi berapa banyak pekerjaan bernilai rendah yang dapat dikurangi sehingga manusia dapat mengerjakan pekerjaan yang lebih penting.
AI dapat menghasilkan jawaban yang terdengar masuk akal tetapi tidak sesuai fakta. Informasi penting harus diverifikasi sebelum digunakan dalam keputusan bisnis atau dipublikasikan kepada pelanggan.
Data pelanggan, password, nomor identitas, informasi kartu pembayaran, dokumen rahasia, dan informasi perusahaan yang sangat sensitif tidak boleh dimasukkan ke layanan AI secara sembarangan.
Bisnis harus memahami kebijakan privasi, pengaturan data, hak akses, dan ketentuan layanan dari platform yang digunakan. Untuk penggunaan perusahaan, beberapa penyedia menyediakan pengaturan dan lingkungan bisnis dengan kontrol data yang berbeda dari penggunaan pribadi. OpenAI, misalnya, menjelaskan bahwa lingkungan ChatGPT Business memiliki ketentuan dan pengelolaan data workspace tersendiri.
Jika semua bisnis menggunakan AI dengan instruksi yang sama, hasilnya bisa terlihat mirip. Karena itu, manusia tetap diperlukan untuk memasukkan pengalaman bisnis, data pelanggan, sudut pandang lokal, dan pengetahuan industri.
Kesalahan pada nama produk mungkin hanya membutuhkan koreksi sederhana. Namun kesalahan pada harga, laporan keuangan, kontrak, informasi pelanggan, atau komunikasi resmi dapat menimbulkan kerugian.
Bisnis yang menggunakan AI untuk membuat gambar, video, tulisan, atau materi pemasaran tetap perlu memahami aturan penggunaan konten dan lisensi dari layanan yang dipakai.
UMKM tidak perlu langsung menggunakan lima platform sekaligus. Pendekatan yang lebih masuk akal adalah mencari satu pekerjaan yang paling banyak membuang waktu setiap hari.
Misalnya:
Contohnya, pemilik toko online tidak harus langsung mengotomatisasi seluruh bisnis. Ia dapat memulai dari membuat draf deskripsi produk, kemudian menguji apakah waktu penulisan benar-benar berkurang tanpa membuat informasi produk menjadi salah.
Setelah itu, AI dapat diperluas ke pekerjaan lain seperti ringkasan laporan penjualan, ide konten, atau materi promosi.
Untuk sebagian tugas, AI memang dapat mengurangi kebutuhan pekerjaan manual. Namun pernyataan bahwa satu AI dapat menggantikan seorang karyawan secara keseluruhan terlalu menyederhanakan cara kerja bisnis.
Satu posisi biasanya terdiri dari banyak tugas yang membutuhkan kemampuan berbeda. AI mungkin sangat bagus dalam membuat draf, tetapi belum tentu mampu menangani pelanggan yang marah, melakukan negosiasi, memahami politik internal perusahaan, mengambil keputusan strategis, atau bertanggung jawab ketika terjadi kesalahan.
Dalam banyak situasi, model yang lebih realistis adalah satu orang dengan bantuan AI dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan.
Pilih berdasarkan pekerjaan, bukan berdasarkan popularitas.
Jika masalah utama adalah menulis dan menganalisis data, ChatGPT dapat menjadi pilihan. Jika pekerjaan banyak berlangsung di Microsoft 365, Copilot lebih relevan. Jika bisnis sudah menggunakan Google Workspace, Gemini dapat lebih mudah dimasukkan ke alur kerja yang sudah ada. Untuk produksi visual, Canva AI atau Adobe Firefly lebih relevan.
Dengan kata lain, tidak ada satu AI yang paling cocok untuk semua bisnis.
Tidak. AI dapat mengotomatisasi tugas tertentu, terutama pekerjaan yang berulang dan terstruktur. Pekerjaan yang membutuhkan penilaian, empati, tanggung jawab, dan keputusan strategis tetap membutuhkan manusia.
Cocok, terutama untuk pekerjaan yang memakan waktu tetapi tidak membutuhkan keputusan kompleks, seperti membuat draf konten, merangkum dokumen, membantu analisis data, dan membuat materi pemasaran.
Tidak boleh dianggap otomatis aman. Periksa kebijakan privasi, pengaturan penggunaan data, hak akses, dan jenis akun yang digunakan. Data yang sangat sensitif sebaiknya tidak dimasukkan sebelum perusahaan memahami bagaimana layanan tersebut menangani data.
Tidak. AI dapat menghemat waktu pada tugas tertentu, tetapi bisnis tetap memiliki biaya layanan, integrasi, pelatihan, pengawasan, dan pemeriksaan hasil. Efisiensi harus diukur berdasarkan kondisi bisnis sebenarnya.
Dalam banyak jenis pekerjaan, kemampuan menggunakan AI secara benar justru dapat menjadi keterampilan tambahan yang berguna. Yang penting bukan sekadar bisa membuat perintah kepada AI, tetapi juga mampu memeriksa hasil, memahami keterbatasannya, dan menjaga keamanan data.
AI memang akan mengubah cara bisnis bekerja. Namun perubahan tersebut tidak sesederhana cerita bahwa mesin akan menggantikan manusia dalam waktu singkat.